Saturday, August 17, 2013

Pengobatan Revolusioner: Sel Punca (Sel Induk / Stem Cells)

Penulis: Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Molecular Biology, MSc. Biotechnology

Diadaptasi dari artikel berbahasa Inggris yang terbit pada 27 July 2007 di www.mitralab.com.

Anda mungkin sering mendengar berbagai produk barang dan jasa berlabel atau dipromosikan mengandung (menggunakan) teknologi "Stem Cells" (sel punca / sel induk). Apakah itu stem cells (sel punca / sel induk)?

Stem cells (sel punca / sel induk) adalah sel - sel yang memenuhi syarat - syarat berikut ini:
  • Belum memiliki spesialisasi fungsi (unspecialized).
  • Belum berubah / belum berdiferensiasi (undifferentiated).
  • Mampu berkembang biak dengan cara membelah diri (celluar division).
  • Bisa berubah / berdiferensiasi (differentiate) menjadi sel - sel berfungsi khusus (specialized cells) tergantung dari stimulus (pemicu / kondisi lingkungan) yang diterima mereka. 

Demi mempermudah pemahaman definisi stem cells, maka stem cells (sel punca) dianalogikan seperti siswa yang baru saja lulus SMA. Siswa ini memiliki segala pengetahuan dasar untuk menjadi apapun yang dia mau. Misalnya menjadi dokter, polisi, insinyur, dan sebagainya. Namun mungkin karena siswa ini berasal dari keluarga dokter, maka dia terdorong untuk melanjutkan ke kuliah kedokteran hingga akhirnya lulus dan menjadi dokter.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka stem cells (sel punca) berpotensi bermanfaat besar dalam kedokteran / pengobatan. Stem cells (sel induk) bisa dimanipulasi untuk menjadi sel apapun yang dibutuhkan tubuh kita, untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak terutama jaringan tubuh yang sulit diperbaiki secara konvensional. Contoh: 
  • memperbaiki jaringan otot jantung pada pasien yang mengalami serangan jantung,
  • memperbaiki jaringan saraf pada pasien Multiple Sclerosis atau kerusakan jaringan saraf tulang belakang (spinal cord injury), 
  • mengganti beta sel di pankreas pada pasien diabetes type 1, 
  • memperbaiki kerusakan tulang dan kerusakan tulang rawan,
  • memperbesar atau memperbaiki bentuk payudara (misal: pada pasien kanker payudara),
  • memperbaiki kulit yang rusak (misal: pasien luka bakar),
  • dan sebagainya. 


Thursday, August 15, 2013

Penelitian Gen Mengungkap Awal Mula Berbagai Kanker Umum

Penelitian Gen Mengungkap Awal Mula Berbagai Kanker Umum
(Gene Studies Uncover Origins of Many Common Cancers)

Penulis: Kate Kelland, 15 Agustus 2013

Diedit oleh Mark Heinrich



Diterjemahkan oleh Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Mol. Biology, MSc. Biotechnology

LONDON (Reuters) - Para peneliti di Inggris sudah mempersiapkan peta proses mutasi (mutation) pertama yang komprehensif di balik pertumbuhan berbagai tumor. Penelitian ini di masa depan akan menghasilkan cara - cara lebih baik untuk merawat dan mencegah berbagai macam kanker (cancer).

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature pada hari Rabu (14 Agustus 2013), para peneliti yang menganalisa lebih dari 7000 genome, atau kode - kode genetik (genetic codes) bentuk - bentuk kanker umum menemukan lebih dari 21 "ciri - ciri" (signatures) proses - proses yang menyebabkan mutasi DNA.

"Ini adalah langkah penting untuk menemukan proses - proses yang mengendalikan pembentukan kanker," Serena Nikzainal (salah satu peneliti bidang ini) dari Wellcome Trust Sanger Institute menjelaskan. 

"Melalui analisa detil, kita bisa mulai menggunakan informasi sangat banyak tersedia di dalam DNA kanker - kanker demi keuntungan kita dalam memahami bagaimana dan mengapa kanker muncul."


Semua kanker (cancer) disebabkan oleh mutasi (mutation) di DNA yang terjadi di dalam sel - sel tubuh suatu waktu semasa hidup seseorang.

Monday, August 12, 2013

Makan Manis Tetap Langsing?

Makan Manis Tetap Langsing?

Penulis: Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Molecular Biology, MSc. Biotechnology

Terbit: 22 Februari 2013

Karbohidrat dan Insulin

Pasta, pizza, minuman soda, roti, kue, dan cemilan manis menggoda lidah. Nasi putih menjadi keharusan bagi sebagian besar orang Indonesia. Semua makanan tersebut mengandung karbohidrat (carbohydrate) yang dicerna menjadi gula. Makan makanan berkabohidrat meningkatkan kadar gula darah (blood glucose). Peningkatan kadar gula memicu pelepasan hormon insulin supaya gula diserap sel - sel tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar (energy) melalui proses glycolysis. Glycolysis adalah proses memecah molekul gula (glucose) menjadi molekul - molekul energy.



Namun kadar gula darah terlalu tinggi / tidak terkendali menyebabkan diabetes. Diabetes adalah gangguan kesehatan karena gula darah tidak bisa diserap oleh sel - sel tubuh. Ada dua macam diabetes yaitu diabetes type 1 dan diabetes type 2. Diabetes type 1 terjadi jika pankreas pasien tidak mampu memproduksi insulin. Sedangkan diabetes type 2 terjadi jika sel - sel tubuh pasien tidak merespon (resistant) terhadap insulin. Informasi diabetes bisa dicari di media massa terutama di internet. 

Bagaimana karbohidrat menyebabkan kegemukan (obesitas)?

Sel Punca (Stem Cells) untuk Multiple Sclerosis

Penulis: Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Molecular Biology, MSc. Biotechnology

Terbit pada 12 Agustus 2013, Senin


Multiple Sclerosis (MS) adalah kelainan pada otak dan saraf tulang belakang (spinal cord) sehingga menyebabkan kehilangan kendali otot, pengelihatan (vision), dan rasa (sensation). Kelainan ini disebabkan oleh sistem imunitas tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari masuknya materi asing (contoh: infeksi bakteria) justru menyerang jaringan tubuh normal (menyerang diri sendiri). Kondisi ketika sistem imunitas tubuh justru melawan diri sendiri disebut penyakit autoimun (autoimmune disease). Contoh autoimmune disease selain Multiple Sclerosis adalah lupus dan rheumatoid arthritis. 

Sel - sel saraf normal pada jaringan saraf dilapisi oleh materi lemak yang disebut myelin. Fungsi myelin adalah sebagai insulator sel saraf dan untuk menghantarkan signal - signal saraf (nerve impulses) antara otak, spinal cord, dan bagian - bagian tubuh. Nerve impulses inilah yang mengendalikan gerakan - gerakan otot seperti berjalan, berlari, dan berbicara. 

Multiple Sclerosis menyebabkan kerusakan myelin (demyelination) dan penumpukan jaringan parut tebal (sclerosis) di otak dan / atau spinal cord sehingga nerve impulses terganggu. Walaupun myelin bisa tumbuh kembali namun pertumbuhannya tidak secepat laju kerusakan akibat Multiple Sclerosis.

Banyak penelitian berupaya menemukan cara menyembuhkan Multiple Sclerosis. Pengobatan Multiple Sclerosis yang ada sekadar memperlambat / menghentikan laju kerusakan jaringan saraf. Jaringan saraf yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki. Namun kini para ilmuwan semakin optimis untuk menemukan pengobatan Multiple Sclerosis yang bisa memperbaiki jaringan saraf  sekaligus memperlambat / menghentikan laju autoimmune disease ini. Perbaikan dan perlambatan laju Multiple Sclerosis diyakini bisa tercapai dengan terapi sel punca (stem cells therapy). 

Sunday, August 11, 2013

Bioprinting Implan Payudara dengan Sel – Sel Milik Pasien Sendiri

Bioprinting Implan Payudara dengan Sel - Sel Milik Pasien Sendiri

Oleh Cameron Naramore, 22 April 2013

Sumber URL Link: 
http://www.3dprinter.net/bioprinting-breast-implants-for-cancer-patients?buffer_share=fdd72

Diterjemahkan oleh: Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Molec. Bio, MSc. Biotechnology.

Bioprinting (cetak biologis) adalah salah satu bidang ajaib dalam percetakan 3 Dimensi (3D printing) karena dalam beberapa dekade ini diharapkan bisa untuk membuat organ manusia yang fungsional. Selain beroperasional dalam bentuk tiga dimensi (3D), bioprinting menarik karena tingkat kecocokan biologisnya (biocompatibility) yang tinggi.

Dengan bioprinting, sel – sel hidup (live cells) dimanipulasi menjadi bentuk – bentuk 3D dengan metode – metode yang mirip dengan fused deposition modeling dan inkjet printing. Fused Deposition Modeling adalah teknik membentuk sebuah struktur / model dengan menyusun material (bahan baku) struktur lapis demi lapis hingga membentuk struktur 3D yang diinginkan. Sedangkan inkjet printing adalah proses mencetak dokumen (misal: pada media kertas) menggunakan tinta (ink) yang disemprotkan dari mesin pencetak (printer). Dalam bioprinting, sel – sel hidup yang digunakan antara lain bisa berupa sel – sel kulit (skin cells) dan sel punca embryo (embryonic stem cells). DAN sel – sel tersebut bisa berasal dari pasien (donor dan pasien adalah orang yang sama). Jika sel – sel tersebut berasal dari pasien (autologous), maka resiko penolakan bioprinting apapun yang dimasukkan (implanted) ke dalam tubuh pasien menjadi lebih rendah. Para pendiri perusahaan TeVido BioDevices bekerja untuk menerapkan prinsip cetak implan payudara (printing breast implant) bagi para pasien kanker.