Sunday, August 11, 2013

Penelitian Sel Punca (Stem Cells /Sel Induk) untuk Membantu Menyelamatkan Pengelihatan Penderita Diabetes

Penelitian Sel Punca (Stem Cells /Sel Induk) untuk Membantu Menyelamatkan Pengelihatan Penderita Diabetes

Diterbitkan pada 14 Februari 2013.

Diterjemahkan oleh Silvan S. Prayogo, BSc. Biochemistry & Mol. Biology, MSc. Biotechnology

Para ilmuwan dari Universitas Belfast di Universitas Queen (disingkat “Queen”) berharap bisa menemukan cara unik menggunakan sel punca (stem cells / sel induk) dewasa untuk menyelamatkan pengelihatan jutaan penderita diabetes.

Saat ini jutaan penderita diabetes (diabetics) di seluruh dunia beresiko kehilangan pengelihatan karena kondisi yang disebut Diabetic Retinopathy. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah (blood glucose level) tinggi menyebabkan pembuluh – pembuluh darah di mata tersumbat (blocked) atau bocor (leak). Peredaran darah buruk merusak retina dan menyebabkan gangguan pengelihatan dan jika tidak dibiarkan tanpa perawatan bisa menyebabkan kebutaan.

Penelitian unik oleh REDDSTAR (Repair of Diabetic Damage by Stromal Cell Administration) [Perbaikan Kerusakan Akibat Diabetes dengan Pemberian Sel Stroma] melibatkan para peneliti dari Pusat Ilmu Pengelihatan dan Vaskuler (Pembuluh Darah) di Sekolah Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Biomedis di Universitas Queen. Penelitian ini akan mengisolir stem cells (sel punca) dari para donor dan mengembang biakkan sel – sel tersebut di dalam laboratorium dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam tubuh pasien untuk memperbaiki pembuluh darah di mata. Cara ini terutama cocok untuk para pasien diabetes yang mengalami kerusakan pembuluh darah pada retina.


Saat ini sedikit sekali terapi yang ada untuk mengendalikan laju komplikasi akibat diabetes. Tidak ada perawatan yang bisa memperbaiki kadar gula (glucose level) SEKALIGUS merawat komplikasi diabetes.

Penelitian yang didanai EU (European Union) sebesar 6 juta Euro ini dilakukan bersama NUI Galway dan menyatukan para ahli dari Irlandia Utara, Irlandia, Jerman, Belanda, Denmark, Portugis, dan Amerika Serikat.


Profesor Alan Stitt, Direktur Pusat Ilmu Pengelihatan dan Vaskuler (Centre for Vision and Vascular Science) di Queen dan peneliti utama dalam proyek ini mengatakan: “Komponen penelitian REDDSTAR di Queen meliputi penyelidikan potensi populasi unik sel punca (stem cells) untuk memacu perbaikan kerusakan pembuluh darah di retina semasa diabetes. Dampaknya bisa sangat berarti bagi para pasien sebab perbaikan retina yang rusak bisa mencegah laju diabetic retinopathy dan menurunkan resiko kehilangan pengelihatan.”

“Proyek penelitian baru ini adalah salah satu cara penanganan oleh kedokteran regeneratif (regenerative medicine) yang sedang berlangsung di Pusat Ilmu Pengelihatan dan Vaskuler. Cara penanganan ini cukup sederhana: kami berencana mengisolir populasi stem cells (sel punca  / sel induk) sespesifik mungkin dan kemudian memasukkannya ke bagian – bagian di dalam tubuh yang telah rusak akibat diabetes. Dalam beberapa kasus pasien diabetes, mereka bisa mendapatkan manfaat besar dari perbaikan pembuluh darah rusak di retina dengan menggunakan stem cells. Ini merupakan langkah awal menuju terapi baru yang menarik di bidang yang sangat mendesak dibutuhkan.”

Penelitian ini berfokus pada sel punca dewasa (adult stem cells) yang diambil dari sumsum tulang (bone marrow). Stem cells (sel punca) ini disediakan oleh Orbsen Therapeutics, bagian dari Science Foundation Ireland-funded Regenerative Medicine Institute (REMEDI) di NUI Galway.

Proyek ini akan mengembangkan cara – cara mengembang biakkan stem cells (sel punca / sel induk) dari sumsum tulang (bone marrow – derived stem cells). Sel – sel tersebut akan diuji coba di beberapa model pra klinis komplikasi diabetes di pusat – pusat penelitian di Belfast, Galway, Munich, Berlin, dan Porto sebelum uji coba pada manusia dilakukan di Denmark.

Centre for Vision and Vascular Science di Universitas Queen adalah kunci utama dalam kampanye penggalangan dana sebesar 140 juta poundsterling oleh Universitas tersebut dengan tema 'together we can go Beyond' (bersama kita bisa berbuat Lebih). Program Ilmu Pengelihatan (Vision Sciences) akan dikembangkan lebih jauh ketika Wellcome – Wolfson Centre for Experimental Medicine akan dibuka pada tahun 2015 oleh Universitas tersebut dengan biaya 32 juta Poundsterling. Bersama dengan program penelitian pengelihatan, dua program baru di bidang Diabetes dan Genomik juga akan didirikan di pusat penelitian baru tersebut yang akan menambah investasi, kolaborasi global lebih jauh dan menciptakan lebih banyak peluang bagi perusahaan – perusahaan kesehatan dan bioteknologi di Irlandia Utara.

Informasi selengkapnya tersedia di the Centre for Vision and Vascular Science di situs jejaring http://www.qub.ac.uk/research-centres/CentreforVisionandVascularScience/

Sumber Berita:
Berita ini dibuat berdasarkan materi yang diesediakan oleh Queen's University, Belfast, melalui AlphaGalileo.

Artikel ini adalah terjemahan dari artikel yang didapat di tautan URL situs jejarin Science Daily berikut ini:

No comments:

Post a Comment