Monday, August 12, 2013

Makan Manis Tetap Langsing?

Makan Manis Tetap Langsing?

Penulis: Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Molecular Biology, MSc. Biotechnology

Terbit: 22 Februari 2013

Karbohidrat dan Insulin

Pasta, pizza, minuman soda, roti, kue, dan cemilan manis menggoda lidah. Nasi putih menjadi keharusan bagi sebagian besar orang Indonesia. Semua makanan tersebut mengandung karbohidrat (carbohydrate) yang dicerna menjadi gula. Makan makanan berkabohidrat meningkatkan kadar gula darah (blood glucose). Peningkatan kadar gula memicu pelepasan hormon insulin supaya gula diserap sel - sel tubuh untuk digunakan sebagai bahan bakar (energy) melalui proses glycolysis. Glycolysis adalah proses memecah molekul gula (glucose) menjadi molekul - molekul energy.



Namun kadar gula darah terlalu tinggi / tidak terkendali menyebabkan diabetes. Diabetes adalah gangguan kesehatan karena gula darah tidak bisa diserap oleh sel - sel tubuh. Ada dua macam diabetes yaitu diabetes type 1 dan diabetes type 2. Diabetes type 1 terjadi jika pankreas pasien tidak mampu memproduksi insulin. Sedangkan diabetes type 2 terjadi jika sel - sel tubuh pasien tidak merespon (resistant) terhadap insulin. Informasi diabetes bisa dicari di media massa terutama di internet. 

Bagaimana karbohidrat menyebabkan kegemukan (obesitas)?

Sel Punca (Stem Cells) untuk Multiple Sclerosis

Penulis: Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Molecular Biology, MSc. Biotechnology

Terbit pada 12 Agustus 2013, Senin


Multiple Sclerosis (MS) adalah kelainan pada otak dan saraf tulang belakang (spinal cord) sehingga menyebabkan kehilangan kendali otot, pengelihatan (vision), dan rasa (sensation). Kelainan ini disebabkan oleh sistem imunitas tubuh yang seharusnya melindungi tubuh dari masuknya materi asing (contoh: infeksi bakteria) justru menyerang jaringan tubuh normal (menyerang diri sendiri). Kondisi ketika sistem imunitas tubuh justru melawan diri sendiri disebut penyakit autoimun (autoimmune disease). Contoh autoimmune disease selain Multiple Sclerosis adalah lupus dan rheumatoid arthritis. 

Sel - sel saraf normal pada jaringan saraf dilapisi oleh materi lemak yang disebut myelin. Fungsi myelin adalah sebagai insulator sel saraf dan untuk menghantarkan signal - signal saraf (nerve impulses) antara otak, spinal cord, dan bagian - bagian tubuh. Nerve impulses inilah yang mengendalikan gerakan - gerakan otot seperti berjalan, berlari, dan berbicara. 

Multiple Sclerosis menyebabkan kerusakan myelin (demyelination) dan penumpukan jaringan parut tebal (sclerosis) di otak dan / atau spinal cord sehingga nerve impulses terganggu. Walaupun myelin bisa tumbuh kembali namun pertumbuhannya tidak secepat laju kerusakan akibat Multiple Sclerosis.

Banyak penelitian berupaya menemukan cara menyembuhkan Multiple Sclerosis. Pengobatan Multiple Sclerosis yang ada sekadar memperlambat / menghentikan laju kerusakan jaringan saraf. Jaringan saraf yang sudah rusak tidak bisa diperbaiki. Namun kini para ilmuwan semakin optimis untuk menemukan pengobatan Multiple Sclerosis yang bisa memperbaiki jaringan saraf  sekaligus memperlambat / menghentikan laju autoimmune disease ini. Perbaikan dan perlambatan laju Multiple Sclerosis diyakini bisa tercapai dengan terapi sel punca (stem cells therapy). 

Sunday, August 11, 2013

Bioprinting Implan Payudara dengan Sel – Sel Milik Pasien Sendiri

Bioprinting Implan Payudara dengan Sel - Sel Milik Pasien Sendiri

Oleh Cameron Naramore, 22 April 2013

Sumber URL Link: 
http://www.3dprinter.net/bioprinting-breast-implants-for-cancer-patients?buffer_share=fdd72

Diterjemahkan oleh: Silvan Prayogo, BSc. Biochemistry & Molec. Bio, MSc. Biotechnology.

Bioprinting (cetak biologis) adalah salah satu bidang ajaib dalam percetakan 3 Dimensi (3D printing) karena dalam beberapa dekade ini diharapkan bisa untuk membuat organ manusia yang fungsional. Selain beroperasional dalam bentuk tiga dimensi (3D), bioprinting menarik karena tingkat kecocokan biologisnya (biocompatibility) yang tinggi.

Dengan bioprinting, sel – sel hidup (live cells) dimanipulasi menjadi bentuk – bentuk 3D dengan metode – metode yang mirip dengan fused deposition modeling dan inkjet printing. Fused Deposition Modeling adalah teknik membentuk sebuah struktur / model dengan menyusun material (bahan baku) struktur lapis demi lapis hingga membentuk struktur 3D yang diinginkan. Sedangkan inkjet printing adalah proses mencetak dokumen (misal: pada media kertas) menggunakan tinta (ink) yang disemprotkan dari mesin pencetak (printer). Dalam bioprinting, sel – sel hidup yang digunakan antara lain bisa berupa sel – sel kulit (skin cells) dan sel punca embryo (embryonic stem cells). DAN sel – sel tersebut bisa berasal dari pasien (donor dan pasien adalah orang yang sama). Jika sel – sel tersebut berasal dari pasien (autologous), maka resiko penolakan bioprinting apapun yang dimasukkan (implanted) ke dalam tubuh pasien menjadi lebih rendah. Para pendiri perusahaan TeVido BioDevices bekerja untuk menerapkan prinsip cetak implan payudara (printing breast implant) bagi para pasien kanker.

Penelitian Sel Punca (Stem Cells /Sel Induk) untuk Membantu Menyelamatkan Pengelihatan Penderita Diabetes

Penelitian Sel Punca (Stem Cells /Sel Induk) untuk Membantu Menyelamatkan Pengelihatan Penderita Diabetes

Diterbitkan pada 14 Februari 2013.

Diterjemahkan oleh Silvan S. Prayogo, BSc. Biochemistry & Mol. Biology, MSc. Biotechnology

Para ilmuwan dari Universitas Belfast di Universitas Queen (disingkat “Queen”) berharap bisa menemukan cara unik menggunakan sel punca (stem cells / sel induk) dewasa untuk menyelamatkan pengelihatan jutaan penderita diabetes.

Saat ini jutaan penderita diabetes (diabetics) di seluruh dunia beresiko kehilangan pengelihatan karena kondisi yang disebut Diabetic Retinopathy. Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah (blood glucose level) tinggi menyebabkan pembuluh – pembuluh darah di mata tersumbat (blocked) atau bocor (leak). Peredaran darah buruk merusak retina dan menyebabkan gangguan pengelihatan dan jika tidak dibiarkan tanpa perawatan bisa menyebabkan kebutaan.

Penelitian unik oleh REDDSTAR (Repair of Diabetic Damage by Stromal Cell Administration) [Perbaikan Kerusakan Akibat Diabetes dengan Pemberian Sel Stroma] melibatkan para peneliti dari Pusat Ilmu Pengelihatan dan Vaskuler (Pembuluh Darah) di Sekolah Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Biomedis di Universitas Queen. Penelitian ini akan mengisolir stem cells (sel punca) dari para donor dan mengembang biakkan sel – sel tersebut di dalam laboratorium dan kemudian dimasukkan kembali ke dalam tubuh pasien untuk memperbaiki pembuluh darah di mata. Cara ini terutama cocok untuk para pasien diabetes yang mengalami kerusakan pembuluh darah pada retina.

Sunday, August 4, 2013

Sel Kanker Payudara (Breast Cancer) Jadi Normal Dengan Diremas?

Sel Kanker Payudara (Breast Cancer) Jadi Normal Dengan Diremas?

Penulis: Silvan Prayogo, BSc. Biochem & Mol. Bio, MSc. Biotechnology
Terbit: 11 February 2013, Senin 

Kanker (cancer) disebabkan oleh sel - sel yang terdapat kelainan / mutasi DNA sehingga sel - sel ganas (malignant cells) ini tumbuh dan berkembang biak tak terkendali. Namun benarkah kanker hanya dipengaruhi oleh mutasi DNA pada sel? 



Image courtesy of Nutdanai Apikhomboonwaroot at FreeDigitalPhotos.net
Tubuh manusia terdiri dari puluhan triliun sel dengan DNA sama. Bagaimana sel - sel tersebut memutuskan untuk membentuk hidung, kaki, atau tumor? Jika satu sel ditemukan mutasi DNA, bukankah semua sel seharusnya bernasib sama? Lantas mengapa pasien tidak menderita kanker di sekujur tubuhnya?

Selain DNA, ternyata lingkungan sekitar sel (microenvironment) juga menentukan "nasib" sel. Maka tidak mengherankan jika sampel sel dari jaringan tubuh kehilangan kemampuan dan wujud aslinya setelah dipindahkan ke cawan percobaaan (petri dish). "Anda ambil sel payudara (mammary cells), taruh di petri dish, dan dalam tiga hari ... ... Sel - sel tersebut tidak menghasilkan susu. Mereka lupa,"  Mina Bissel, ilmuwan terhormat (distinguish scientist) di bidang kanker dari Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley (LNLB) menjelaskan.